Court decisions on post-divorce children’s livelihood: Islamic law analysis on their practices in Indonesia and Malaysia

Fauzul Hanif Noor Athief, Resti Hedi Juwanti

Abstract


A divorce is indeed never expected to happen in a marriage. However once it happens, the important thing which must be taken into account is the consequence of the divorce where the issue pertinent to children’s livelihood is one of it. This study tried to probe into how Malaysia and Indonesia whose most of the population was Muslims adopted the Fiqh concept in terms of post-divorce children’s livelihood in their regulations. Since there  always be difference between theory and practice, the real implementation of the decisions will also be examined on the basis of legal norms. This study directly explores the laws and Court decisions for further assessment based on several indicators. It is found that the legislation and the Court decisions of the two countries had adopted the concept of Fiqh yet with a couple of particular notes. It is also found that there is a chance of providing livelihood for illegitimate children in the law and practice of both countries.


Keywords


Divorce; Children ivelihood; Fiqh; Law; Indonesia; Malaysia

Full Text:

PDF

References


Ad-Dasuki. (n.d.). Hāshiyatu Ad-Dāsūki ‘ala As-Syarhi Al-Kabīr. Beirut: Darul Fikr.

Ahmad, B., Azahari, R., & Ab Rahman, A. (2014). Kriteria Kifayah dan Ma ‘Ruf Nafkah Isteri dan Anak: Kajian Pelaksanaan Semasa Di Malaysia. Jurnal Syariah, 21(3).

Al-Anam, H. (2018). Implementasi pemberian hak nafkah anak pasca perceraian tahun 2014-2015: studi kasus di wilayah hukum Pengadilan Agama Ambarawa. Doctoral dissertation, UIN Walisongo.

Al-Ghanimi. (n.d.) Al-Lubāb fī Syarhi Al-Kitāb. Beirut: Al-Maktabah Al-‘Ilmiyyah.

Al-Zayla’i, F. U. (2000). Tabyîn Al-Haqâ`iq Sharh Kanz Al-Daqâ’iq. Beirut: Dâr Al-Kutub Al-Ilmiyyah.

Ar-Ramli. (1984). Nihāyatu Al-Muhtāj ilā Syarhi Al-Minhāj. Beirut: Darul Fikr.

Ash-Shirazi. (1955). Al-Muhadhab fī fiqhi Al-Imam As-Syafi’i. Cairo: Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah.

As-Subki, A. Y. (2010). Fiqh Keluarga. Jakarta: Amzah.

Azizi, A. Q. (2016). Jaminan Hak Nafkah Anak Dalam Hukum Keluarga Islam di Indonesia. Doctoral dissertation: UIN Sunan Kalijaga.

Budiyanto, H. M. (2014). Hak-Hak Anak dalam Perspektif Islam. Jurnal IAIN Pontianak, Vol. 149, h. 4

Duriyati, A. S. (2009). Pelaksanaan Putusan Perceraian atas Nafkah Istri dan Anak dalam Praktek di Pengadilan Agama Semarang (Doctoral dissertation, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro).

Faculty of Shariah Al-Azhar (2011). Hukum Waris. Diterjemahkan oleh Addys Aldizar dan Fathurrahman, dari kitab Ahkâm Al-Mawârits fî Al-Fiqhi Al-Islâm. Jakarta: Senayan Abdi Publishing

Hasan, A. (2004). Fikih Keluarga. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Ibrahim, B., Azizah Mohd. (2013). Hak Anak Terhadap Nafkah dalam Perundangan Islam: Sejauh Manakah Bapa Bertanggungjawab Menanggung Nafkah Anaknya, Jurnal Kanun Universitas Islam Antara Bangsa Malaysia, h. 259.

‘Illiysh. (1989). Manhu Al-Jalīl Syarhu Mukhtaṣari Khalīl. Beirut: Darul Fikr.

Jauhari, I. (2013). Perbandingan Sistem Hukum Perlindungan Anak Antara Indonesia Dan Malaysia. Jurnal Asy-Syir’ah, 47(2).

Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Mardawi, A. A. H. (2010). Al-Inshâf. Kairo: Ihya Turats Al-Araby.

Marzuki, P. M. (2008). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Mufidah, C. H. (2008). Psikologi Keluarga Islam Berwawasan Gender. UIN-Malang Press.

Muhadjir, N. (1996). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: PT. Bayu Indra Grafika.

Narkubo, C., Achmadi, A. (2004). Metode Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nugraheni, A. S. N. C., Tantri, D., & Luthfiyah, Z. (2013). Komparasi Hak Asuh Dan Hak Nafkah Anak Dalam Putusan-Putusan Perceraian Di Pengadilan Negeri Dan Pengadilan Agama Kota Surakarta. Yustisia Jurnal Hukum, 2(3).

Quddamah. (1968). Al-Mughni Li-Ibnu Quddamah. Cairo: Maktabatul Qahirah.

Rasharendi, F. (2013). Tinjauan Yuridis tentang Tanggung Jawab Hukum Seorang Ayah terhadap Anak setelah Terjadi Perceraian Menurut Kompilasi Hukum Islam. Bachelor Tessis, Universitas Jember.

Raudhatunnur, R. (2017). Eksekusi Putusan Kewajiban Ayah atas Nafkaf Anak Pasca Perceraian (Studi Kasus Pada Mahkamah Syar’iyah Idi). Gender Equality: International Journal of Child and Gender Studies, 2(2), 43-50.

Setiawan, M. N. K. (2007). Tafsir Mazhab Indonesia. Yogyakarta: Pesantren Nawesea Press.

Sipahutar, A., Kamello, T., Runtung, R., & Barus, U. M. (2016). Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Nafkah Anak Pasca Putusan Perceraian Bagi Warga Negara Indonesia Yang Beragama Islam. USU Law Journal, 4(1), 152-167.

Sudarsono. (1994). Hukum Perkawinan Nasional. Jakarta: Pt. Rineka Cipta.

Suhendrick, R., Joko, S., & Hamdani, M. (2013). Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Akibat Perceraian Kedua Orang Tuanya Di Kota Bengkulu. Bachelor thesis, Faculty of Law: Universitas Bengkulu.

Supeno, H. (2008). Menyelamatkan Anak. Jakarta: Graha Putra.

Sutanto, L. O. (2010). Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Nafkah bagi Anak Pasca Perceraian Menurut UU no. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam: Studi Kasus di Pengadilan Agama Purwodadi. Doctoral dissertation, Department of Law: Unika Soegijapranata.

Yanggo. H. T. (2005). Masail Fiqhiyah Kajian Hukum Islam Kontemporer. Bandung: Angkasa.

Yunus, M. (1968). Hukum Perkawinan dalam Islam. Cet. ke-4. Jakarta: al-Hidayah.

Zein, S. E. M., & Aripin, J. (2004). Problematika hukum keluarga Islam kontemporer: analisis yurisprudensi dengan pendekatan ushuliyah. Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN): Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Agama (Balitbang Depag).




DOI: https://doi.org/10.18326/ijtihad.v20i2.151-173

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan by http://ijtihad.iainsalatiga.ac.id/ is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License